Published: Tuesday, 29 January 2019 08:05

 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat, Ir. Herti Herawati, MMA menyambut baik penandatanganan kerjasama dan workshop pembangunan pembenihan kepiting bakau guna meningkatkan produktifitas kepiting bakau budidaya di hutan Desa Bentang Pasir, Padang Tikar, kabupaten kuburaya antara Non Goverment Organization (NGO) SAMPAN KALBAR dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau di Hotel Ibis, Pontianak, Selasa (22/01/12) beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, bahwa kepiting bakau salah satu komoditas yang paling sulit untuk di budiddayakan pembibitannya. Bibit berasal dari budidaya mutlak dikembangkan, karena ketersedian kepiting bakau makin berkurang di alam.

"Untuk mendapatkan bibit atau indukan kepiting bakau tidak bisa terus mengandalkan dari alam, namun akan lebih baik di budidayakan pembibitannya," ucapnya.

Dijelaskannya, untuk saat ini, Dinas Kelautan dan Perikanan sesuai kewenangannya mengembangkan budidaya komoditas di air payau dan laut, sangat mendukung komoditas air payau dan laut yang bernilai ekonomi tinggi seperti udang, kepiting bakau, rumput laut, ikan kerapu, ikan bandeng.

Budidaya kepiting bakau baik pembibitan, pembesaran membutuhkan ketekunan dan kecintaan pelaku usaha dalam pekerjaan tersebut. Karena sifat kepiting bakau adalah kanibal terhadap sesamanya sampai pada fase hidup tertentu. Sehingga pembudidaya tidak bisa lengah, kl lengah tidak tekun dalam jadwal memberi makan misalnya, mereka akan saling memakan sehingga tingkat keberhasilannya rendah.

Untuk potensi pasar kepiting relatif stabil permintaannya. Dengan berkembangnya restoran seafood, kebutuhan supply kepiting bakau dapat berkelanjutan. Juga dapat dibuat inovasi untuk dibuat kepiting soka, dan aneka olahan yang bernilai tambah (value added).

Yang sering dikhawatirkan komoditi pertanian,  perkebunan dan perikanan banyak di produksi di hulu, tiba-tiba harganya anjlok dan permintaan berkurang. Namun berbeda dengan kepiting bakau, yang permintaan dan harga relatif stabil," ucapnya.

Dengan adanya penandatanganan kerjasama ini, Ia pun berharap besar bahwa produktifitas kepiting bakau di Kalbar akan meningkat, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, melalui peningkatan nilai tukar pembudidaya ikan.

Sementara itu, Dede Purwansyah Direktur SAMPAN Kalbar menuturkan, upaya produktifitas kepiting bakau di Bentang Pesisir, Padang Tikar sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu.

"Produktifitas kepiting bakau ini bertujuan, untuk menjaga dan melestarikan hutang mangrove di Bentang Pesisir, mengembangkan alternatif mata pencarian masyarakat yang ramah lingkungan, dan menciptakan mata rantai produksi hingga distribusi kepiting bakau dari sektor budidaya yang ramah lingkungan," ucapnya.

Penandatangan kerjasama dan workshop pembangunan kepiting bakau antara SAMPAN Kalbar dan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau ini, didukung penuh oleh Yayasan Inisiatif Dagang Hijau Indonesia.